5 Cara Menjadi Perawat Pengusaha atau Nursepreneur

5 Cara Menjadi Perawat Pengusaha atau Nursepreneur

Konsep Nursepreneur atau Nurseprenurship di Indonesia saat ini mulai sering didengar. Terutama ditengah perkembangan digital yang semakin maju saat ini.

Nursepreneur menurut Heru Setianto adalah seorang yang berprofesi sebagai perawat sekaligus menjadi pengusaha.

Istilah tersebut semakin hangat terdengar, sejalan dengan isu akan kesejahteraan salah satu profesi kesehatan terbesar di tanah air. Tak lain yakni profesi perawat.

Kata Nursepreneur atau perawat pengusaha berasal dari kata Nurse dan Entrepreneur. Dimana yang secara harfiah dapat diartikan perawat pengusaha atau perawat pebisnis.

Salah satu yang melatarbelakangi akan istilah Nursepreneur yakni adanya isu kesejahteraan perawat berbanding terbalik dengan beban kerja perawat.

Walapun sebenarnya profesi perawat sendiri telah memiliki payung hukum. Bahkan pemerintah sendiri telah resmi mengesahkan terakit Undang Undang tentang Keperawatan

Namun sampai saat ini, masih kerap ditemui isu kesejahteraan para perawat di dalam negeri. Baik perawat yang bekerja di bawah naungan institusi negeri ataupun institusi swasta.

Menurut salah situs daring ternama Brainly, terdapat beberapa langkah menjadi Nursepreneur.

Berikut Lima Cara menjadi Nursepreneur.

1. Tahap Pertama Pengkajian

Langkah pertama yaitu pengkajian, dengan cara mengkaji keterampilan perawat serta pengalaman perawat terutama mengkaji kebutuhan pasar.

Pasar merupakan tempat menual dan membeli, baik dalam bentuk barang ataupun jasa. Membaca keinginan dan kebutuhan pasar adalah kunci menjadi seorang pengusaha.

Mampu melakukan pengkajian yang tepat dan terukur, menjadi awal kita membangun sebuah usaha semakin terarah dan terukur.

2. Tahap Kedua Diagnosa

Langkah selanjutnya atau yang kedua setelah pengkajian, yakni menetapkan diagnosa. Seperti yang telah disebutkan sebalumnya, mengetahui kebutuhan pasar maka perlu memetakan potensi kita.

Tahap pemetaan potensi bisa dikatakan masuk dalam langkah diagnosa. Pemetaan merupakan kunci agar kita dapat masuk dan menjawab akan kebutuhan pasar.

Pemetaan yang akurat, mampu menegakan bagaimana arah kita selanjutnya dalam membangun usaha.

3. Tahap Ketiga Perencanaan

Langkah ketiga yaitu melakukan penyusunan rencana, dimana kita dituntuk agar memiliki sebuah konsep usaha yang jelas dan detail.

Hal tersebut menyangkut akan kearah mana kita akan mampu masuk kedalam pasar yang sesungguhnya.

Makan konsep usaha yang jelas saja akan kurang, tanpa konsep yang detail. Hal tersebut demi menjawab kebutuhan pasar.

4. Tahap Keempat Implementasi

Langkah keempat adalah melakukan pelaksanaan dari semua perencanaan yang telah disusun. Secara singkat pada langkah keempat ini, kita melakukan ‘take action’.

Memiliki sebuah konsep usaha yang jelas, maka kita seharusnya mampu untuk mewujudkan konsep tersebut menjadi bentuk nyata.

Banyak yang mengatakan kalau tahap implementasi adalah tahap yang paling ini dan paling susah. Hal tersebut lantaran tak semua ide dapat dilaksankan oleh setiap orang.

Bahkan banyak konsep yang hanya berakhir konsep, tanpa adanya tindakan nyata. Tak lain hanya beberapa orang yang mau dan mampu melakukan ‘take action’.

5. Tahap Kelima Evaluasi

Langkah terakhir adalah melakukan evaluasi dari hasil implementasi sebelunya pada tahap keempat.

Tujuan utama dari tahap ini yakni untuk mengetahui akan tingkat keberhasilan pelaksanaan usaha kita.

Hasil evaluasi tersebut akan memberikan gambaran kepda kita, apakhan konsep yang telah disusun telah sesuai perencanaan atau belum.

Jika berhasil, maka kita dapat melakukan peningkatan. Namun seandainya tidak sesuai dengan yang diinginkan, maka perlu melakukan perubahan perencanaan.

Sebelumnya terdapat banyak pengertian tentang istilah Nursepreneur. Berikut beberapa penjelasan dan pengertian Nursepreneur dari berbagai tokoh lain.

1. Menurut Taylor, Lilis, dan Le Mone dalam buku berjudul Fundamental of Nursing. Nursepreneur adalah perawat, yang mengelola klinik berkaitan dengan kesehatan, atau sebagai konsultan institusi hingga lembaga tertentu.

2.  Menurut Firman Tel menyatakan bahwa Nursepreneur adalah perawat yang melakukan aktivitas wirausaha, seklaigus memberikan kontribusi kepada masyarakat luas.

3. Menurut John G. Burch N. menyatakan Entrepreneur adalah seperti hasrat untuk mencapai prestasi, mencapai kualitas, optimis dalam berorganisasi dan berorientasi kepada keuntungan.

Secara garis besar dalam menjadi Nursepreneur atau perawat pengusa. Terdapat kiat-kiat yang perlu dilalui oleh para pengusaha pada umumnya.

Baik profesi perawat atau profesi lain, memiliki kesempatan dan kesuksesan yang sama menjadi seorang pengusaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here