Teknologi Kecepatan Internet Antarkota Besar Di Indonesia Masih Belum Merata

Kecepatan Internet Antarkota Besar Di Indonesia Masih Belum Merata

Internet, bagi hampir sebagian besar masyarakat, telah menjadi kebutuhan primer. Menghubungi kerabat, menyelesaikan tugas kantor, mengelola bisnis, hingga menikmati sajian multimedia selalu memerlukan koneksi internet. Oleh sebab itu, penting agar semua penduduk dapat menikmati kecepatan internet yang baik. Sayangnya, realitas di lapangan masih belum menggembirakan.

Kecepatan Internet Antarkota Besar Di Indonesia Masih Belum Merata

Opensignal, perusahaan analisis jaringan mobile, belum lama ini mengemukakan data yang mengurai kondisi jaringan internet di Indonesia. Secara spesifik, mereka menganalisis dan melakukan pemeringkatan kecepatan unggahan maupun unduhan di 44 kota besar di Indonesia. Hasilnya?

Dalam daftar yang mereka susun ini, secara mengejutkan, Sorong (Papua Barat) menempati posisi pertama sebagai kota dengan “Pengalaman Kecepatan Unduhan (Download)” terbaik (rata-rata 19,2Mbps). Posisi kedua dan ketiga berturut-turut ditempati oleh Ambon (Maluku) dan Jayapura (Papua) dengan kecepatan 17,9Mbps dan 17,3Mbps.

eksperimen kecepatan download di indonesia

Sementara itu, untuk kategori “Pengalaman Kecepatan Unggahan (Upload)” terbaik ditempati oleh Kupang (Nusa Tenggara Timur) dengan kecepatan 8,3Mbps. Disusul oleh ibu kota provinsi Kalimantan Tengah, Palangkaraya dengan kecepatan 7,1Mbps serta ibukota Kalimantan Timur, Balikpapan di posisi nomor tiga dengan kecepatan rata-rata 7,0Mbps.

eksperimen kecepatan upload di indonesia

Bagaimana dengan Jakarta yang notabene merupakan ibukota Indonesia? Untuk kategori download speed, kota Metropolitan ini rupanya hanya menempati ranking ke-28 dengan rata-rata kecepatan 10,2Mbps. Posisi kota ini pada ranking upload speed bahkan lebih mengkhawatirkan lagi dengan hanya menempati posisi ke-32 (4,8Mbps). Sementara itu, Cimahi (Jawa Barat) jadi kota dengan konektivitas paling “lelet” dibandingkan 43 kota besar lain yang telah mereka analisis, baik itu dari segi unggahan maupun unduhan.

Berdasarkan data Opensignal ini, kecepatan internet kota-kota besar di pulau Jawa seperti Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, atau Depok relatif tertinggal dari pulau-pulau yang berada di wilayah timur Indonesia.

Ketimpangan kecepatan internet antarkota di berbagai pulau ini tentunya menjadi PR bagi pemerintah sebelum bisa mentransormasikan negeri ini sebagai negeri ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Untuk menangani permasalahan ini, Kemenkominfo sendiri telah berencana untuk membangun 4.000 stasiun pemancar sampai akhir tahun ini di berbagai wilayah di Indonesia. Masih ada waktu untuk berbenah. Paling tidak hingga Indonesia resmi menggelar layanan 5G yang diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 2022.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here